Good Night

Setiap malam sebelum tidur, Darmo Gandul tidak lupa untuk mengucapkan selamat malam kepada Ayu sambil menatap lukisan yang ia lukis sendiri. Pada suatu malam, ia lupa mengucakan “selamat malam”, ini membuat tidur Darmo tidak terlalu nyenyak, sehingga ia terbangun. Darmo ingat kalau ia belum mengatakan “selamat malam” kepada Ayu. Tanpa pikir panjang, ia pun mengatakan “selamat malam, met tidur Ayu” sambil mematap lukisan didinding. Ia lalu melanjutkan tidurnya, belum sempat memejamkan mata. Ibunya membangunkan seraya berkata, “Darmo, cepetan bangun kamu apa gak shalat dhuhur”. WADUHH!!!…

Beli Paku

Pada suatu hari, Darmo Gandul disuruh membeli paku oleh ayahnya. Sampai di toko bangunan. Setelah sampai di toko itu, ia pun berbicara sama pelayan toko.

Darmo: “pak, saya mau beli paku satu kilogram?”

Pelayannya: “dibungkus mas?”

Darmo: “gak, dimakan disini aja (berkata dengan kesal)

Melamar

Pada suatu hari, Darmo Gandul mau melamar Ayu. Lalu Darmo mengajaknya ke sebuah taman yang ada kolamnya dan dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah.

Darmo Gandul: “Ayu, mau kah kamu menikah dengan aku?”

Ayu: “maaf, saya gak bisa”

Darmo Gandul: “lalu kenapa?, apa karena aku orang miskin, pendiam, bodoh. Aku tahu seharusnya aku sadar diri dari dulu.”

Ayu: “maaf ya hatiku cuma satu, itu hanya untuk Darmadi seorang”

 

Note: Darmo Gandul, Darmadi, Dar Almady adalah orang yang sama.

Gaji PNS

Pada suatu sekolah, ada seorang penjaga sekolah yang bernama Darma Gandul. Ia dikenal sebagai seorang bekerja yang rajin, harinya selalu dipenuhi dengan kesibukan baik itu mengepal, menyapu maupun merapikan bunga ditaman, tapi setelah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Darmo Gandul sering tidak masuk kerja, ia biasa masuk seminggu tiga kali. Melihat hal itu, sang kepala sekolah menanyakan sebeb mengapa ia sering tidak masuk.
K. sekolah: “bapak, akhir-akhir ini gok gak pernah masuk kenapa?, kenapa tidak rajin seperti dahulu?”
Darmo: “wah ngapain rajin-rajin pak udah jadi PNS, sekarang saya gak kerja aja setiap bulan dapat gaji, ngapain susah-susah kerja…..TOH GAJIKU GAK BAKALAN NAIK!…
K.sekolah: “mheeeee!!!….

Bus diparkir

Pada suatu malam, Darmo Gandul menjaga pos ronda dengan salah satu temannya. untuk menghilangkan kepenatan, mereka bermain tebak-tebakan. Dan pertanyaan yang pertama dibuat oleh Darmo Gandul.
Darmo: “sob, hari kemain saya pergi ke Solo naik bus dan saya sampai dengan tepat waktu. Lalu minggu berikutnya saya naik bus yang sama, tapi kali ini bus itu gak mau jalan. Aku sampai Solo jadi telat”
Temannya: “emang busnya apa lagi mogok, kok bisa seperti itu?”
Darmo: “sebenarnya gak tu”
Temanya: “mungkin lagi nunggu penumpang biar penuh dulu kali”
Darmo: “gak kok”
Temannya: “lalu kenapa?”
Darmo: “bus yang aku naik lagi diparkir, jadi ya gak jalan…hehe”
Temannya: “BILANG DONG DARI TADI, DASAR BAHLULUL!!….”

Bisu

Pada suatu hari, Darmo Gandul sedang berlibur ke kebun bintang Jurug . Disana Darmo Gandul bertemu dengan seseorang yang lagi menonton binatang, lalu Darmo ingin mengobrol dengan lelaki itu.
Darmo: “bapak siapa namanya?”

Bapak yang ditanya itu diam saja. Lalu Darmo bertanya lagi.
Darmo: “bapak, boleh tahu namanya?”

Sekali lagi bapak itu hanya diam saja. Darmo Gandul berfikir untuk menganti pertanyaannya, berharap bapak itu mau menjawab.
Darmo: “bapak, asalnya dari mana?”

Pertanyaan itu juga tak dijawab. Lalu ada istrinya yang datang lalu memberitahu kepada Darmo bahwa suaminya bisu. Tapi Darmo Gandul tak percaya dengan perkataan istrinya, ia lalu mencoba bertanya dengan bapak itu.
Darmo: “apa benar bapak bisu?, aku gak percaya”

Beberapa saat bapak itu jengkal karena Darmo tak menghentikan pertanyaannya. Darmo terus saja bertanya hingga muka bapak itu memerah.

Darmo: “bapak bisu ya?”, benar gak pak”
Bapak itu: “AKU BISU, JANGAN TANYA-TANYA LAGI”
Darmo: “lho..bisu kok bisa bicara?”
Bapak: “karena kamu mambuat aku marah, sehingga aku lupa bicara”

Ganti Profesi

Ketika dibus, Darmo Gandul duduk disamping orang tua.
Darmo: “bapak mau kemana?”
Bapak: “mau kerja mas?”
Darmo: “emang kerja apa pak?”
Bapak: “macam-macam mas”
Darmo: “maksudnya pak?”
Bapak: “kalau kemarau jadi petani palawija, tapi kalau musim hujan jadi nelayan.”
Darmo: “gok bisa jadi nelayan pak?”
Bapak: “kan tanaman palawijnnya kebanjiran, jadi profesinya ganti mas”

Kanker Hati

Ada seorang suami yang terserang kanker hati.  Sang suami meminta istri dan anaknya untuk menghadap kepadanya, karena sang suami akan membagikan harta warisannya kepada anaknya dan istrinya.
Sang suami: “istriku dan anakku yang aku cintai, aku sebentar lagi akan meninggalkan kalian semua. Aku ingin memberikan harta yang aku miliki kepada kalian semua.
Istrinya: “terima kasih mas, tapi aku hanya meminta kesembuhanmu saja”
Sang suami: “aku sudah tidak bisa disembuhkan lagi, dokter bilang kanker hati yang aku derita sudah stadium 4, sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Aku ingin harta ini kuserahkan semua untuk anakku tersayang.”
Istrinya: “maaf suamiku, kanapa kau tidak memberikan sesuatu untukku”
Sang suami: “untuk istriku kuberikan hatiku ini hanya untuk mu”
Istrinya: “saya tidak mau!”
Sang suami: “kenapa istriku?”
Istrinya: “karena  HATIMU SUDAH TERSERANG KANKER, GAK MAU AKU!!!…”

Telat Masuk

Ketika masih SMA, Darmo Gandul bangun kesiangan, ketika melihat jam dinding ternyata telah menunjukan pukul 08.00, lantas is pun berpakaian dan berangkat kesekolah. Setelah sampai didepan pintu, ia menengetuk pintu.

Darmo: “permisi bu, boleh masuk?”

B. guru: “boleh, silahkan masuk aja”

Darmo: “maaf ya bu telat”

B. guru: “gak apa-apa, kamu yang memimpin doa ya”

Darmo: “lho gok memimpin doa tho bu?”

B.guru: “kan pelajarannya dah selesai.

Darmo: “DUDUK AJA BELUM, EH…DISURUH PULANG!”