Pensil

Ketika masih SD, Darmo Gandul pernah meminjam sebuah pensil temannya. Pada saat itu ujian nasional pada hari pertama.

Darmo: “sob, aku pinjam pinsilmu dong?, santai aja entar aku kembalikin”

Temannya : “oke, ini pensilnya (sambil memberikan pensil)”

Darmo: “ya”Setelah ujian hari pertama selesai Darmo mengembalikan pensilnya

Darmo: “ini pensilmu dan ini penghapusnya, makasih ya”

Temannya : “ lho qo kamu memberi aku penghapus?”

Darmo: “aku gak ngasih kamu qo, tapi tadi pensilmu melahirkan penghapus.

Walaupun temannya terkejut mendengar pensilnya, tapi ia menerimanya.

 

Pada hari kedua, Darmo Gandul lupa membawa pensil lagi. Ia pun meminjam temannya.

Darmo: “maaf, aku lupa membawa pensil, bolehkah saya meminjam pensilmu lagi?”

Temanya: (tanpa pikir panjang mengasih pensilnya)”ini, tapi nanti balikin ya?”

Darmo : “ya..ya..”

 

Setelah beberapa hari, ternyata pensilnya tak kunjung dikembalikan. Temannya pun mendatangi rumahnya untuk meminta pensilnya yang dipinjam.

Temannya: “Mo, mana pensil saya?”

Darmo: “udah gak ada”

Temanya: “lho!,kok bisa?”

Darmo: “ya bisa lah, kemarin aku meminjam pensil dan melahirkan penghapus, tapi sekarang pensil mu meninggal. Sesuatu yang bisa melahirkan KAN JUGA BISA MATI…hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s