Setinggi Gunung

Pada suatu hari, Darmo Gandul ingin mengungkapkan rasa cintanya di sebuah tempat yang indah, yaitu disebuah bukit yang tinggi sambil memandang gunung-gunung yang terlihat biru dengan asap tipis yang menutup kuncup gunung itu.

Darmo: “Ayu, jika kamu percaya bahwa cinta aku tu setingggi gunung itu”

Ayu: “Masak sih, tapi mengapa kemarin kau tinggalkan aku, dan kau memilih bersamanya?”

Darmo: “Kamu harus tahu, kalau kemarin gunung itu lagi meletus, jadi saat itu juga hati aku juga tak setinggi gunung lagi”

Ayu: “Sekarang kamu juga tahu, kalau sekarang gunung itu telah berubah menjadi padang pasir, tapi kenapa kamu masih mengharapkanku?”

Darmo: “Kamu harus tahu, seiring meletusnya gunung itu, kalau hatiku juga telah meletus oleh api vulcanik cintamu.

Ayu: “Gombal!….”

Advertisements

One response to “Setinggi Gunung

  1. Pingback: Jadi Permaisuri « Darmo Gandul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s