Pembawa Petaka

Suatu hari, Darmo Gandul ingin membacakan sebuah puisi didepan Ayu, wanita pujaan hatinya. Darmo mulai membacakan puisi.

“Cinta ku pada mu bagaikan samudra biru

  Sayangku padamu setinggi gunung merapi

  Kasihku padamu sedalam lautan

  Rinduku padamu bagaikan diantara dua pulau

Ayu: “aku gak mau seperti itu karena cinta mu membawa petaka”

Darmo: “lho kok bisa?”

Ayu: “kamu tahu gak, lautan sekarang menciptakan Tsunami sehingga mengakibatkan banyak korban meninggal seperti di mentawai. Aku juga gak mau sayangmu setinggi gunung merapi, karena sekarang gunung merapi telah menciptakan bencana besar di daerah jogja dan sekitarnya. Rindumu juga mengakibatkan indonesia bermusuhan dengan malaysia, karena perebutan Ambalat. Aku pokoknya gak mau!”

Darmo: “lho!……”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s