Cinta bertepuk sebelah kaki

Pada suatu hari disebuah taman yang dipenuhi bunga mawar, Darmo mengatakan sesuatu pada Ayu.

Darmo: “sayank, kamu seperti pencuri”

Ayu: “kok bisa?”

Darmo: “karena kau telah mencuri hatiku ini”

Ayu: “iiiii….”

Darmo: “yank, kamu seperti tukang gali sumur”

Ayu: “kok bisa”

Darmo: “karena kau telah mengali cintaku”

Ayu: “iiiii..”

Darmo: “yank, kamu seperti nelayan”

Ayu: “kok bisa?”

Darmo: “karena kau telah memancing roh cintaku”

Ayu: “iiiii…”

Darmo: “yank, kamu seperti pemulung”

Ayu: “kok bisa?”

Darmo: “karena kamu telah memungguti seperpihan cintaku”

Ayu: “iiii…., udah Dar, sekarang gantian saya”

Darmo: “ya”

Ayu: “kamu seperti anak kecil yang menangis”

Darmo: “kok bisa?”

Ayu: “karena aku menolak cintamu”

Darmo: “KOK BISAAAA!……”

 

Advertisements

One response to “Cinta bertepuk sebelah kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s