Bangkai Ayam

Sekarang Darmo Gandul menjadi seorang kepala desa Banyurip, karena jabatannya hampir setiap hari Darmo Gandul menerima tamu. Suatu ketika, ada tamu dari kabupaten Sragen datang ke rumah Darmo Gandul disaat itu juga adiknya Darmo Gandul merengek minta makan. Lalu Darmo Gandul menyarankan adiknya.

Darmo Gandul: “Dek, kalau mau makan bilang ayam gitu ya, soale gak sopan kalau merengek minta makan disaat kakak ada tamu”

Adiknya: “Iya, Kak”

Suatu hari, ada seorang tamu lagi yang datang kerumahnya Darmo Gandul. Disaat itu juga, adiknya Darmo Gandul merengek minta makan, namun kali ini Adiknya berkata “Ayam” untuk memberi tanda kalau minta makan. Setelah itu, Darmo pun memanggil ibunya.

Darmo: “Ibu, Adik ini loh”

Ibu: “Ya sini dek jangan ganggu kakak”

Lalu Ibunya Darmo Gandul mengendoknya. Namun, Si Adik gak mau diam selalu berkata hal yang sama.

Adik: “Ayam-Ayam”

Ibu: “O ayam, itu lihat dek ada bangkai ayam”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s