Main Ketapel

Suatu hari, Darmo Gandul dan teman-temannya bermain ketapel. Ada salah satu temannya yang bernama Toni tidak sengaja peluru ketapelnya mengenai genting salah satu warga. Warga itu langsung marah-marah dan mencari orang yang memecahkan genting rumahnya.

Warga: “Siapa yang menghancurkan ganting rumahku?”

Darmo Gandul dan teman-temannya hanya diam. Beberapa saat, Darmo Gandul teringat pesan ibunya untuk selalu jujur. Akhirnya Darmo Gandul pun memberi tahu warga itu.

Darmo Gandul: “Ibu, yang bermain ketapel dan mengenai genting ibu adalah Toni”

Warga: “Terima Kasih, Nak. Kamu anak yang jujur sekali”

Darmo Gandul: “Sama-sama Bu

Setelah itu, warga itu menemui Toni dan memarahinya. Toni hanya diam dan mengaku bersalah.

Warga: “Kamu ini anak yang tidak bisa diuntung, lihat itu genting pecah semua akibat perbuatanmu.

Toni: “Saya minta maaf, Bu tapi peluru ketapel saya cuma satu yang mengenai genting ibu, jadi tidak mungkin kalau banyak yang pecah”

Beberapa saat, Darmo Gandul memotong pembicaraan

Darmo Gandul: “Benar bu yang melakukan Toni, ini buktinya batu yang mengenai genting ibu tadi saya ambilkan dari atas genting ibu”

Warga: “Jujur sih jujur tapi bodoh (berkata dalam hati)”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s