Beda Impian

Saat baru lulus SMA, Darmo Gandul menemui Ayu untuk terakhir kalinya. Mereka bertemu disebuah taman seperti biasanya.

Darmo Gandul: “Terima kasih ya, Ayu. Kau selalu menemaniku disaat suka mau duka”

Ayu: “Sama-sama, Mo. Kamu juga selalu ada untuk aku. Saat ini saatnya bagi kita untuk meraih mimpi masing-masing”

Darmo Gandul: “Benar, Ayu. Kita harus terus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita impikan masing-masing”

Ayu: “Lalu apa Impianmu?”

Darmo Gandul: “Menikahimu, kalau kamu impiannya apa?”

Ayu: “Menceraikan kamu”

Darmo Gandul: “Aduh!!!…Mimpi buruk (berkata dalam hati)”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s