Kerja di Bulog

Suatu hari, Darmo Gandul ingin menyatakan cintanya kepada Ayu. Ia lantas membawa Ayu ke sebuah tempat yang indah.

Darmo Gandul: “Ayu, aku ingin mengunggapkan sesuatu kepadamu”

Ayu: “Mengunggapkan apa?”

Darmo Gandul: “Aku sebenarnya sangat mencintaimu dan aku ingin menikahimu”

Ayu: “Memangnya kamu kerja apa?”

Darmo Gandul: “Aku kerja di Bulog”

Ayu: “Wah keren, aku mau….tapi sebentar, aku kok gak pernah lihat kamu kekantor”

Darmo Gandul: “Aku kan bagian lapangan”

Ayu: “O gitu…, Emang diposisi apa?”

Darmo Gandul: “Diposisi sebagai petani”

Ayu: “Oalah..ogah nikah ma kamu”

Advertisements

Pesta Pernikahan

Suatu hari Darmo Gandul ingin meminta bantuan temannya Toni untuk mengelar pesta pernikahan. Darmo Gandul pun pergi kerumah Toni.

Darmo Gandul: “Bro, aku mau nikah ni!”

Toni: “Nikah?, selamat ya!”

Darmo Gandul: “Bantuin aku mengelar pernikahan ini ya?”

Toni: “Siap bro!”

Darmo Gandul: “Tapi ada masalah”

Toni: “Masalah apa? Tempat pernikahan?, pakaian?, undangan?, konsumsi? Hiburan?”

Darmo Gandul: “Bukan…Bukan itu!!!”

Toni: “Lalu apa?”

Darmo Gandul: “Aku belum dapat memplai wanitanya”

Toni: “What?????!!!!”

Bagaikan

Malam minggu ini, Darmo Gandul dan Ayu pacaran di Taman Kota. Darmo Gandul merasa sangat senang sekali saat bersama dengan Ayu, Ayu pun demikian hingga ia mengunggapkan perasaannya melalui pengandaian.

Ayu: “Kita ini tidak pernah terpisahkan bagaikan bunga dan kupu-kupu. Aku bunganya dan kau kupu-kupunya”

Darmo Gandul: “Iya Cayang”

Ayu: “Kita ini tidak terpisahkan bagaikan gula dan semut. Aku gulanya kau semutnya”

Darmo Gandul: “Iya Cayang”

Ayu: “Kita ini tidak terpisahkan bagaikan peti dan jenazah. Aku petinya kamu jenazahnya”

Darmo Gandul: GAK MAUUUU CAYAANGGGG?????!!!!”

Belum Sunat

Suatu hari, Darmo Gandul ingin melamar Ayu. Ia merasa telah lama pacaran dan telah mengenal satu sama lain. Walaupun sudah menjalin hubungan lama, Ayu tetap saja menolak lamarannya Darmo Gandul. Hal ini membuat Darmo Gandul ingin bertanya kepada Ayu.

Darmo Gandul: “Kenapa sih Ayu kamu tidak mau menikah denganku, apa aku kurang tampan?, apakah uangku tidak cukup?, apakah aku kurang perhatian?”

Ayu: “Gak, Mo, aku cinta kok sama kamu”

Darmo Gandul: “Tapi kenapa kamu tidak mau menikah?”

Ayu: “Kamu kan belum disunat”

Galau

Dimalam minggu, Darmo Gandul bertemu dengan Ayuk untuk kencan. Darmo Gandul ingin mengunggapkan sesuatu kepada Ayu.

Darmo Gandul: “Ayu, kamu adalah Shellla On 7”

Ayu: “Kok Bisa?”

Darmo Gandul: “Karena kamu “Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki”

Ayu: “Co cweet”

Darmo Gandul: “Ayu, kamu adalah Kangen Band”

Ayu: “Kok Bisa?”

Darmo Gandul: “Karena Kau “Pujaan Hati”

Ayu: “Co cweet…kalau kamu adalah Kertas Band”

Darmo Gandul: “Kok Bisa?”

Ayu: “Karena kamu “Kekasih yang Tak Dianggap”

Darmo Gandul: “KOK BISAAA????!!!!!!!…sekarang aku Yovie and Nuno?”

Ayu: “Kok bisa”

Darmo Gandul: “Aku “Galau”

Ayu: “Hehehe”

Beda Impian

Saat baru lulus SMA, Darmo Gandul menemui Ayu untuk terakhir kalinya. Mereka bertemu disebuah taman seperti biasanya.

Darmo Gandul: “Terima kasih ya, Ayu. Kau selalu menemaniku disaat suka mau duka”

Ayu: “Sama-sama, Mo. Kamu juga selalu ada untuk aku. Saat ini saatnya bagi kita untuk meraih mimpi masing-masing”

Darmo Gandul: “Benar, Ayu. Kita harus terus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita impikan masing-masing”

Ayu: “Lalu apa Impianmu?”

Darmo Gandul: “Menikahimu, kalau kamu impiannya apa?”

Ayu: “Menceraikan kamu”

Darmo Gandul: “Aduh!!!…Mimpi buruk (berkata dalam hati)”

Hati Ayam

Suatu hari, Di sebuah restoran Darmo Gandul ingin mengunggapkan perasaanya kepada Ayu, wanita pujaannya. Ia telah mempersiapkan semua hal dengan sangat romantis agar Ayu terpesona denganya.

Darmo Gandul: “Ayu, ingin mengunggapkan perasaanku kepadamu bahwa aku mencintaimu”

Ayu: “Maaf Mo, aku sudah punya pacar”

Darmo Gandul: “O…Hatiku sakit”

Saat itu juga Ayu memanggil pelayan dan pelayan restoran itu pun mendatanginya.

Pelayan: “Ada yang bisa dibantu, mbak?”

Ayu: “Saya pesan Ati ayam ya buat teman saya ini mungkin bisa mengurangi sakit hatinya”