Diamputasi

Sekarang, Darmo Gandul membuka praktek umum dirumahnya. Suatu ketika ada beberapa pasien yang berobat dirumahnya. Lalu Darmo Gandul langsung menanyakan satu per satu.

Pasien 1: “Dok, gigi saya gak rapi?”

dr. Darmo Gandul: “Ya udah giginya diamputasi ya”

Pasien 2: “Dok, jari kelingking saya nanahan parah?”

dr.Darmo Gandul: “Ya udah diamputasi ya”

Pasien 3: “Dok, ini saya sulit pipis?”

dr. Darmo Gandul: “Ya udah diamputasi ya?”

Pasien 3: “Whatttt????!!!!!!!”

Advertisements

Konsultasi Kehamilan

Setelah Darmo Gandul mantap dengan perasaan cintanya terhadap Ayu, akhirnya mereka pun melangsungkan pernikahan dengan sederhana. Setelah 2 tahun membina rumah tangga mereka tidak juga dikaruniai seorang anak, akhirnya mereka memutuskan pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi ke seorang Dokter.

Dokter: “Ada yang bisa dibantu?”

Darmo Gandul: “Iya Dok, kamu sudah melakukan pernikihan selama 2 tahun namun kami belum juga dikaruniai anak”

Dokter: “Coba saya periksa dulu ya”

Darmo Gandul: “Silahkan Dok”

Setelah beberapa saat memeriksa kondisi Darmo dan Ayu, lalu Dokter memberi tahu hasil memeriksaan tadi.

Dokter: “Kalau menurut memeriksaan tadi saya lihat tidak ada masalah apapun”

Darmo Gandul: “Apa benar Dok?, padahal saya sudah melakukan beberapa gaya dan semua teknik sudah saya pakai baik terlentang maupun berdiri, pokoknya saya sudah melakukan variasi”

Dokter: “Benar itu gak ada masalah, emang kamar kamu disebelah mana?, mungkin ada pengaruh fing shui sehingga mempengaruhi kenyamanan dalam melakukan berhubungan”

Darmo Gandul: “Sudah kami tata dengan rapi, Dok aku tidur dikamar depan sementara istriku tidur di kamar belakang”

Dokter: “Dasar Bahlul, sampai kiamat pun gak bakalan punya anak (berkata dalam hati)”

Pergi ke Laboratorium

Setiap Hari, Darmo Gandul kuliah di fakultas kedokteran. Sebelum mengikuti kuliah Darmo Gandul selalu kelaboratorium. Karena kebiasannya Darmo Gandul, membuat para Dosen yang menjaga laboratorium kagum.
Dosen 1: saya salut dengan Darmo Gandul, ia sangat rajin sekali ke lab sebelum mengikuti kuliah.
Dosen 2: Iya benar, ia adalah calon dokter yang hebat dimasa depan.
Dosen 1: Darmo Gandul kamu ini setiap pagi datang ke lab, kami sangat salut dengan perjuanganmu untuk menjadi dokter yang terbaik. Kami ingin tahu sebenarnya apa sih yang kamu teliti?
Darmo Gandul: Jadi begini, saya berangkat dari rumah menaiki bus, dan busnya sangat panas sekali. Saya ke laboratorium hanya untuk ngadem aja, soalnya Di laboratorium AC nya kenceng banget jadi enak banget sebelum kuliah mendinginkan badan hehehe
Dosen 1: Waduh….

Dokter Cinta (100% Ngakak)

Setelah lulus SMA, Darmo Gandul ingin mendaftarkan diri disebuah Universitas Negeri. Pagi itu, Darmo Gandul mendaftarkan diri di loket penerimaan mahasiswa baru, lalu Darmo mendapatkan sebuah buku panduan untuk memilih jurusan yang tersedia di universitas tersebut. Setelah beberapa lama Darmo melihat daftar jurusan, tapi tak satu pun yang ketemu. Lalu ia pun protes dengan panitia yang ada diuniversitas tersebut.
Darmo: “pak, kenapa difalkultas kedokteran tidak ada jurusan yang saya cari?”
Panitia: “memangnya mas mau masuk jurusan apa?”
Darmo: “saya tu mau jadi dokter pak”
Panitia: “wah hebat kamu mas”
Darmo: “tapi sayanya di universitas sini gak menyediakan”
Panitia: “emangnya mas mau jadi dokter apa sih?”
Darmo: “jadi Dokter Cinta pak”
Panitia: “Haa……..”

Rumah Sakit Jiwa

Pada suatu hari, Darmo Gandul pergi ke rumah  sakit jiwa untuk membesuk tetangganya yang gila. Tetangganya itu masih berumur tujuh tahun. Darmo ingin membantu penyembuhan anak itu, dengan selalu menemani anak itu.

Darmo: “dik kecilku yang baik, gimana kabarnya?”

Anak: “Darmo bodoh!!!”

Darmo: “sudah makan belum anak baik?” Continue reading

Mau Jadi Dokter

Setelah lulus SMA, Darmo Gandul ingin mendaftarkan diri disebuah Universitas Negeri. Pagi itu, Darmo Gandul mendaftarkan diri di loket penerimaan mahasiswa baru, lalu Darmo mendapatkan sebuah buku panduan untuk memilih jurusan yang tersedia di universitas tersebut. Setelah beberapa lama Darmo melihat daftar jurusan, tapi tak satu pun yang ketemu. Lalu ia pun protes dengan panitia yang ada diuniversitas tersebut.

Continue reading