Kagum

kagum

Pada suatu malam, Darmo Gandul mengajak Ayu untuk nonton dibioskop. Darmo pun menjemput Ayu, tapi Ayu saat itu lagi berdandan dan Darmo nunggu dengan sabar.

Setelah beberapa menit, Ayu keluar dari kamarnya.

Darmo: “wau…cantiknya, wau tubuhnya…, uhhhh bibirnya manis banget, matanya indah sekaliiiii!”

Ayu: “kamu kok jorok banget sih, kayaknya kamu gak pantas jadi pacarku”

Darmo: “jangan gitu dong, masak kamu cemburu, aku kan lagi mengagumi kucingmu yang ada di sofa itu”

Ayu: “eeeeeeeee….”

.

Gara-Gara Macet

Suatu hari, Darmo Gandul pergi ke kantor naik mobil. Kebetulan saat itu, Jakarta lagi banjir sehingga sangat macet. Lalu Sopirnya menyarankan Darmo Gandul untuk turun dan naik angkutan umum.

Sopir: “Bapak, daripada telat ke kantor, lebih baik bapak naik angkutan umum saja”

Akhirnya Darmo Gandul turun dari mobil dan mencari Angkutan Umum. Sementara itu sopirnya Darmo Gandul menunggu hingga kemacetan selesai. Namun, saat Sopirnya sudah sampai di kantornya Darmo Gandul, Darmo Gandul sendiri malah belum sampai. Beberapa waktu kemudian Darmo Gandul baru datang.

Sopir: “Bapak, tadi saya sarankan naik angkutan umum kok malah bapak belum sampai?”

Darmo Gandul: “Udah naik kendaraan umum tadi macet juga”

Sopir: “Emang bapak naik apa?”

Darmo Gandul: “Naik Taksi”

Beda Warna Kulit

Suatu hari, Darmo Gandul tidak mengakui bapakku yang baru pulang dari merantau selama lima tahun di negeri Malaysia.

Ibu: “Dik, ini bapak kamu yang baru pulang dari merantau”

Darmo Gandul: “Ini bapakku?, aku gak percaya”

Ibu: “Lho kok gak percaya, kamu memang sudah lama tidak bertemu. Tapi ini bapakmu”

Darmo Gandul: “Bagaimana aku percaya, Ibu Cina kulitnya putih, bapak Cina juga. Lalu kenapa kulitku hitam seperti orang Afrika”

Ibu: “Waduh!”

Jual Perumahan

Saat ini, Darmo Gandul sedang berbisnis Properti, sehingga membuat hari-harinya disibukan dengan memasarkan perumahan. Suatu hari, ada seorang costumer yang akan membeli rumah.

Costumer: “Selamat siang, pak”

Darmo Gandul: “Selamat Siang, ada yang bisa dibantu pak?”

Costumer: “Saya sedang menanyakan mengenai perumahan Almady Indah Residence”

Darmo Gandul mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menawarkan perumahan miliknya. Dengan mengunakan kata-kata Hiperbola, ia memasarkan perumahan miliknya.

Darmo Gandul: “Luar biasa, Anda orang yang beruntung. Ada sebuah penawaran bagi keluarga Indonesia terutama untuk orang seperti Anda.

Costumer: “Luas dan harganya berapa?”

Darmo Gandul: “Luas biasa, Anda tidak usah mengawatirkan lagi luasnya bangunannya 20 m x 15 m, dengan luas lahan 30 m x 30 m. Dan yang lebih luar biasa lagi, Anda biasa melihat view yang luar biasa bagus, sebuah pemandangan gunung.”

Costumer: “Lalu harganya?”

Darmo Gandul: “Anda tidak akan kaget dengan harganya, karena harganya sangat terjangkau. 650 juta dan jika Anda membeli sekarang kami akan memberikan diskon 10 %. Luar biasa bukan?”

Costumer: “Luar biasa sekali, sebuah penawaran yang menarik”

Darmo Gandul: “Sudah saya perkirakan bahwa Anda akan mengatakan hal itu”

Costumer: “Lalu lokasinya dimana?”

Darmo Gandul: “Itu sebuah pertanyaan yang tepat, di semua daerah banyak terjadi banjir, namun lokasi ini tidak akan terjadi banjir, karena lokasinya sekitar 5000 meter diatas permukaan laut.

Costumer: “Benar-benar luar biasa, saya bisa hidup dengan tenang disana. Maaf lokasinya dimana.

Darmo Gandul: “Luar biasa, di sebuah pegunungan, yaitu gunung Bromo dekat kawahnya.

Costumer: “What?…emang tidak banjir tapi bisa mati keluargaku terkenak lava yang aktif itu (berkata dalam hati)

Konsultan Anak

Setelah Darmo Gandul lulus kuliah Spikologi, ia memutuskan untuk menjadi seorang Spikolog anak. Suatu hari, Ada beberapa ibu yang hendak berkonsultasi dengan Darmo Gandul. Mereka ingin mengetahui bakat anaknya melalui kebiasaan yang sering dilakukan sang anak.

Ibu 1: “Pak Darmo, anak perempuan saya umurnya 5 tahun, tapi ia suka sekali dandan dan senang bermain boneka berbie. Menurut pak Darmo, apa yang bakat dari anak saya?”

Darmo Gandul: “Kalau saya lihat kebiasaan anak ibu, maka bakat yang terdapat dalam diri anak tersebut kemungkinan dalam bidang permodelan, mungkin suatu saat bisa menjadi model yang terkenal.”

Ibu 2: “Pak Darmo, anak laki-laki saya berumur 6 tahun, tapi kalau dirumah dia tidak bisa diam, terus saja bergerak aktif dan tidak pernah merasa capek. Menurut pak Darmo bakatnya apa ya?”

Darmo Gandul: “Kalau menurut analisa saya dan sesuai dengan yang ibu ceritakan, anak ibu bisa menjadi bintang olahraga, misalnya sepak bola, basket, dan atletik.

 Ibu 3: “Pak Darmo, anak laki-laki saya berumur 7 tahun. Aku heran sekali, dia itu paling suka mencuci BH ibunya dan kalau main bukan dengan mobil-mabilan tapi BH, aku heran kenapa anak ini suka sekali. Menurut pak Darmo, kira-kira bakatnya apa ya? dan kalau besar jadi apa ya?”

Darmo Gandul: “Waduh!”

Melamar Kerja

Suatu hari, Darmo Gandul melamar pekerjaan disuatu perusahaan besar. Setelah lolos tes, Ia lantas diminta untuk bertemu bagian personalia untuk wawancara.

Personalia: “Selamat siang pak Darmo Gandul”

Darmo Gandul: “Selamat siang, pak”

Personalia: “Setelah saya melihat Riwayat Hidup Anda sangat luar biasa, bapak memiliki pengalaman kerja yang sangat luas dan gelar akademi yang mengaggumkan. Lalu mengapa bapak, memilih melamar diperusahaan ini”

Darmo Gandul: “Sebenarnya saya ingin melamar diperusahaan PT. Bumi Langit, namun saya tidak suka Mr. Toni sebagai Ownernya. Saya benci dengan orang itu, orang yang telah membuat aku putus dengan kekasihku. Akhirnya saya memutuskan untuk melamar diperusahaan ini”

Personalia: “Maaf mas, perusahaan ini juga milik Mr. Toni”

Darmo Gandul: “Waduh!”

Sudah Diamankan

Darmo Gandul bekerja disebuah toko yang besar. Namun, ada sesuatu yang illegal yang dilakukan oleh toko tersebut, yaitu menstock Gas Bersubsidi 12 kg dalam jumlah yang besar. Suatu Hari, Bos ditoko mendapat berita kalau ada pengrebekan mengenai Gas Bersubsidi 12 kg, akhirnya Darmo Gandul ditugaskan untuk melakukan sesuatu supaya Gas Bersubsidi tidak diketahui oleh polisi.

Bos Toko: “Darmo Gandul, tolong kamu amankan Gas Bersubsidi yang ada digudang?”

Darmo Gandul: “Siap Bos!”

Dengan cekatan Darmo Gandul mengamankan Gas digudang. Lalu Darmo Gandul melaporkan kepada bosnya.

Darmo Gandul: “Sudah saya amankan semua bos”

Bos Toko: “Kerja yang bagus Darmo, nanti saya akan berikan bonus”

Darmo Gandul: “Dijamin polisi tidak akan mengetahui karena Gas yang ada digudang sudah saya bakar semua jadi sehingga jejak kita tidak diketahui lagi. Oya terima kasih untuk bonusnya”

Bos Toko: “Appppaaaaa?????!!!!!!….Bonus Endas mu kuwi!”